Nama   : Heni Ma’rifah

NRP    : D2410071

Laskar : 30

Kewirausahaan

Nama usaha                             hanif agency

Alamat                                                komplek ciomas

Awal didirikan                        2009 sampai sekarang

Pemilik                                    bapak yono dan ibu ari

Jualan apa                                baju dan madu

Pendapatan perminggu           250.000

Pamgsa pasarnya                     semua umur

Keuntungan setiao bulan        1.000.000

Modalnya                                10.000.000

Foto foto usaha

Nama   : Heni Ma’rifah

NRP    : D2410071

Laskar : 30

Cerita orang lain yang menginspirasi diri saya:

Pada suatu hari ada seorang mahasiswa yang bekerja sambilan sebagai pengusaha muda yang sukses. Dia berkuliah sambil bekerja dikarenakan dia tidak ingin menambah beban kedua orang tuanya dan dia ingin membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Usaha yang dia buka adalah rental computer. Dia membuka lapangan pekerjaan karena menurut mahasiswa tersebut membuka lapangan pekerjaan itu lebih baik daripada bekerja kepada orang lain dengan begitu akan menjadi bekal untuk kehidupan setelah dia lulus kuliah. Selain itu pun dia ingin mengurangi banyaknya pengangguran yang kini sangat banyak terdapat di wilayahnya. Dengan demikian berkurangnya pengangguran akan berdampak kepada keamanan di wilayahnya, karena semakin banyak pengangguran akan muncul banyak preman- preman di wilayah tersebut sehingga wilayah tersebut menjadi tidak aman.

Mahasiswa tersebut mempunyai ide cemerlang yang tidak semua mahasiswa lain pun memilikinya. Padahal untuk menjadi seorang pengusaha rental computer tidak mudah. Banyak rintangan yang menghambat usahanya itu terutama dalam hal mental usaha dan biaya modal untuk membuka usaha renatalnya itu. Dia harus belajar terlebih dahulu kepada ahlinya untuk menguatkan mentalnya dalam memulai usaha rental computer. Mahasiswa itu juga mengambil langkah dalam hal biaya untuk meminjam uang ke bank yang penuh dengan persyaratan dan di tambah dari tabungannya untuk membuka rental computer. Mahasiswa tersebut sempat mengalami kesulitan dalam mengurus pengizinan birokrasi usaha di wilayahnya, sehingga membutuhkan biaya besar yang membuat niat membuka usaha tersebut gagal. Namun, karena komitmen dan semangatnya yang begitu kuat dalam membuka usaha demi cita- cita yang dia dambakan untuk masa depan yang lebih cerah, maka dia pun tidak  lekas pantang menyerah.

Akhirnya mahasiswa tersebut mendapatkan izin untuk membuka usaha namun dia mendapat kendala lain yaitu belum memiliki computer yang cukup banyak dan pegawai yang ahli di bidang computer. Walaupun computer masih belum banyak tetapi akhirnya dia tetap membuka rental computer tersebut. Pada awalnya rental berjalan dengan lancar. Seiring berjalannya waktu banyak orang- orang yang menggunakan jasa rental computer mahasiswa tersebut. Sehingga mendapat keuntungan yang besar dari usaha rental computer tersebut dan mahasiswa tersebut bisa membayar cicilan peminjaman uang dari bank secara tepat waktu. Selain itu dia juga bisa menambah computer yang jumlahnya tadinya sedikit kini menjadi banyak yang berdampak pada pendapatannya.

Tetapi mahasiswa tersebut sempat mengalami kebingungan dalam membagi waktu antara fokus berusaha atau berkuliah dikarenakan usahnya yang semakin maju. Dia sempat berpikir untuk berhenti kuliah demi kelancaran usahanya. Tetapi atas dukungan dari kedua orang tua dan teman- temannya akhirnya dia pun tetap berkuliah dengan baik.

Akhirnya dia pun bias mejalankan keduanya dengan baik yaitu antara berkuliah dan berwirausaha. Bahkan sampai sekarang rental komputernya sangat maju dan dia memilki banyak pegawai dan kuliahnya pun berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga hal ini menjadi inspirasi saya bahwa kuliah dan usaha bisa berjalan dengan baik bahkan menjadi sukses dikarenakan semangat dan keuletan dalam berusaha sehingga dapat menjadi seorang pengusaha sukses dan mahasiswa yang berprestasi.

Nama   : Heni Ma’rifah

NRP    : D2410071

Laskar : 30

Pada saat saya duduk di bangku SMA kelas 3, saya mengikuti  pendaftaran USMI yang diadakan oleh IPB. Saya sangat bersemangat dalam mengikuti hal tersebut. Karena saya ingin berkuliah di perguruan tinggi negeri. Saya mengukuti pendaftaran USMI untuk gelar S1, apabila saya tidak diterima di S1 IPB saya juga telah mendaftarkan diri saya di D3 IPB. Harapan saya, saya dapat diterima di IPB. Saya ingin menjadi kakak saya yang dulunya juga berkuliah di IPB.

Setelah menunggu selama 1 bulan saya selalu berdo’a. Akhirnya hasil pengumuman pun keluar. Namun sayangnya, saya tidak diterima di IPB. Saya sangat sedih saat itu. Saya sangat terpukul mengetahui hasil yang sebenarnya tidak saya inginkan. Namun inilah kenyataannya, tetapi dalam pkiran saya masih ada kesempatan di gelar D3. Saya pun terus berdo’a agar diberikan yang terbaik kepada Allah SWT. Tetapi saya kembali kecewa karena dari hasil pengumuman itu saya juga tidak diterima di IPB. Saat itu saya benar- benar sedih. Saya telah mengecewakan kedua orang tua saya karena tidak diterima di perguruan tinggi negeri tanpa melalui test yang diadakan oleh IPB.

Tetapi orang tua saya terus  member ikan saya semangat agar tidak mudah menyerah dan putus asa. Masih banyak perguruan tinggi lain dan saya harus tetap berusaha untuk bias kuliah di perguruan tinggi negeri. Akhirnya saya mengikuti UTM (Ujian Talenta Mandiri) yang diselenggarakan oleh IPB. Saya sangat berantusias dalam mengiikuti ujian tersebut. Saya pun belajar dengan tekun sebelum ujian tersebut dilaksanakan  dan tidak hanya itu  sebelum ujian pun saya juga berdo’a. Akhirnya tibalah UTM, saya mengerjakan soal- soal dengan percaya diri dan semangat yang tinggi untuk meraih cita- cita yang saya impikan selama ini. Ujian pun selesai. Saya tinggal menunggu hasil dari ujian tersebut.

Selama menunggu pengumuman hasil dari ujian saya mendapat dukungan dari keluarga dan teman- teman saya. Selain itu saya juga terus berdo’a agar diberikan yang terbaik. Selain mengikuti ujian yang diadakan oleh IPB saya juga mengikuti SNMPTN dan saya memilih perguruan tinggi negeri yang saya inginkan. Semua itu saya lakukan untuk membahagiakan dan membuat bangga kedua orang tua saya. Beberapa hari setelah saya mendaftarkan diri saya di SNMPTN, pengumuman hasil UTM pun diumumkan.

Saya begitu takut untuk melihat hasil UTM. Akhirnya berkat dukungan dari kedua orang tua, saya memberanikan diri untuk melihat hasil pengumuman tersebut. Begitu terkejutnya saya ketika saya melihat hasil pengumuman itu bahwa saya diterima di IPB. Saya sangat senang dan bersyukur dengan semua itu. Saya sadar sekarang bahwa Allah selalu memberikan hal yang terbaik bagi umat- Nya. Saya tidak di terima di S1 dan D3 IPB tanpa test waktu itu, tetapi sekarang saya diterima di S1 IPB dengan melalui test. Saya sangat bersyukur sekali. Akhirnya saya dapat membuat kedua orang tua saya bangga sekarang.